Apa Penyebab&Dampak Jika Terjadi Perang Dunia III?
Tentu akan berdampak pada "SELURUH DUNIA" dan juga "KESEIMBANGAN DUNIA", dampak positif atau negati? Sudah jelas Perang hanya akan menimbulkan pertumpahan darah, apa itu positif? Bagaimana dengan Bangsa Tercinta kita ini? Pasti terkena imbasnya juga!
BRUSSEL
(voa-islam.com) - NATO mengatakan bahwa aneksasi (pencaplokan) Rusia
semenanjung Krimea, Ukraina, adalah ancaman ‘sangat serius’ bagi Eropa
sejak Perang Dingin. Aneksasi Rusia terhadap semenanjung Krimea,
mengubah seluruh tatanan geopoliltik, dan NATO yang merupakan aliansi
militer, kembali fokus kepada risiko ancaman yang ada di depan mata
mereka, Rabu, 19/3/2014.
“Ini membuat kita harus segera bangun”, kata Sekretaris Jenderal
NATO Anders Fogh Rasmussen , dan memperingatkan Moskow akan menghadapi
isolasi internasional kepada Asssociate Perss .
Meskipun, krisis yang hebat telah berulangkali melanda Uni Eropa,
seperti krisis di Balkan pada 1990-an dan di Georgia tahun 2008”,
tetapi ini ancaman terbesar terhadap keamanan dan stabilitas Eropa
sejak akhir Perang Dingin”, tambah Rasmussen.
Rasmussen mengecam pencaplokan Moskow terhadap Krimea sebagai
tindakan ilegal dan tidak sah , dan menegaskan mengulangi keputusan
NATO, yang akan menghentikan kerjasama pengawalan bersama dengan Rusia
penghancuran senjata kimia Suriah.
Rasmussen bersama dengan kekuatan militer Uni Eropa, mempersiapka
langkah-langkah militer bagi negara-negara NATO , jika diperlukan,
menanggapi tindakan Rusia yang dinilai sudah menjadi keamanan
negara-negara Uni Eropa. Termasuk NATO akan mengawasi penerbangan
negara-negara bekas sekutu Uni Soviet, seperti Polandia dan Romania ,
dan berbagai misi perlindungan wilayah udara di Estonia , Latvia dan
Lithuania.
Melihat perkembangan di Ukraina, Rasmussen menegskan, "Sebenarnya
keamanan di Eropa sangat penting, dan tidak dapat diterima begitu saja
tindakan Rusia mencaplok semenanjung Krimea. Kita perlu mengambil
keputusan meskipun sulit, karena dampak strategis jangka panjang
agresi Rusia terhadap keamanan Uni Eropa’, tegasnya.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Ukraina mengatakan bahwa Kiev
sedang merencanakan menarik tentara dan keluarga mereka dari Krimea,
sesudah hasil referendum, di mana 90 persen rakyat Krimea memilih
bergabung dengan Rusia.
“Kami sedang merencanakan yang akan memungkinkan tidak hanya
menarik prajurit, tetapi juga anggota keluarga mereka di Krimea,
sehingga mereka dapat dengan cepat pindah ke daratan Ukraina”, kata
Kepala Dewan Pertahanan Keamanan Nasional Ukraina Andriy Parubiy kepada
televisi nasional Ukraina, Rabu.
Sekretaris -Jenderal pBB Ban Ki -moon bersiap-siap bertolak ke Rusia
dan Ukraina mendorong penyelesaian damai atas krisis mengancam perang
terbuka di daratan Eropa itu.
Ban akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada
hari Kamis, dan dengan para pemimpin Ukraina, Presiden Olexsandr
Turchynov dan Perdana Menteri Arseniy Yatsenyuk di Kiev, Jumat,
21/3/2014.
- See more at:
http://www.voa-islam.com/read/analysis/2014/03/20/29559/konflik-rusia-uni-eropa-menjadi-perang-dunia-iii/#sthash.3h7D9dk3.dpuf
Pasukan Rusia dan AS siap-siap konfrontasi militer!
Illuminati Card Game - World War ThreeRussia Today dalam laporannya, Jumat (04/04/2014) menyebut,
Pemerintah Rusia langsung menyiagakan kekuatan militer penuh menyusul
langkah Amerika Serikat (AS) dan NATO yang terus memperbanyak pasukan di
Eropa Timur, ketegangan makin memanas karena kapal perang lain AS
dikirim menuju Laut Hitam dan makin memicu meningkatnya ketegangan.
Pentagon berdalih kapal perang baru itu untuk menggantikan kapal perusak
pemandu rudal, USS Truxtun dalam partisipasi militer dengan Angkatan
Laut Bulgaria dan Rumania.
Sementara itu, USS Donald Coogoogk and USS Ramage kini ditempatkan di
Mediterania timur. Dua kapal perusak Amerika itu berpartisipasi dalam
latihan militer dengan Angkatan Laut Yunani dan Israel.
Kapten Gregory Hicks dari Komando Eropa AS mengatakan bahwa pihaknya
berencana memenuhi seruan pejabat AS dan NATO untuk mempertahankan
kehadiran pasukan maritim di Mediterania timur dan Laut Hitam.
Pemerintah Rusia sendiri menyikapi hadirnya pasukan militer Barat dengan mengaktifkan semua kekuatan militer yang mereka punya.
Akhirnya, Rusia pilih check out dari kerjasama NATO
Pemerintah Rusia resmi keluar dan menarik Valery Yevnevich, kepala
perwakilan militernya di NATO menyusul sikap AS dan Barat yang terus
menebarkan permusuhan kepada pemerintah di Moskow.
“Kami tidak melihat kesempatan untuk melanjutkan kerjasama militer dengan NATO, mereka terus menebarkan kebencian,” ujar Wakil Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov, Jumat (04/04/2014), dilansir Ria Novosti.
Penarikan Valery Yevnevich mengikuti menyusul keputusan NATO pekan ini
yang menangguhkan kerjasama dengan Rusia setelah wilayah Crimea
menyatakan kemerdekaannya dari Ukraina.
Langkah keluar Rusia itu mengagetkan Pemerintah Amerika Serikat. Dengan
keluarnya NATO, maka Rusia sudah tidak lagi menilai NATO sebagai aliansi
mitra, melainkan sebagai musuh.
Putin permalukan Obama, telepon 3 kali ditolak terus.
Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama kena batunya. Karena tak
percaya Rusia keluar dari kerjasama NATI, Obama menelepon Presiden
Vladimir Putin. Namun, Putin ogah menerima telepon Obama, meski penguasa
Gedung Putih itu berusaha menghubunginya sebanyak 3 kali.
Dilaporkan New York Daily, Jumat (04/04/2014), kejadian itu diungkapkan
staf kepresiden di Grand Kremlin, yang menyebut telepon Obama hanya
dijawab oleh staf Putin.Dalam telepon yang ketiga, staf Putin menjelaskan kalau Presiden Rusia
itu menolak berbicara dengan Obama. Namun tidak dijelaskan apa maksud
Putin untuk kali pertama itu menolak berhubungan telepon dengan Obama.
“Presiden Putin sangat tidak berkenan menerima telepon Presiden
Obama. Ini adalah kejadian pertama dan tentu saja Obama malu akan hal
ini,” ujar Joseph Vledovich, salah satu staf kepresidinen di
Kremlin. Pihak Gedung Putih sendiri menolak memberikan pernyataan
tentang aksi penolakan Putin menerima telepon Obama.
Rusia akan menyerbu Ukraina jika gabung NATO
Pemerintah Rusia mengeluarkan ancaman keras kepada Ukraina jika negara bekas Uni Soviet itu bergabung ke NATO.
Moskow mengancam akan melakukan serangan militer pendahuluan menyusul
aksi provokatif NATO berusaha mengerahkan pasukannya di perbatasan Rusia
dengan merekrut Georgia dan Ukraina untuk bergabung ke NATO.
Ribuan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina siap menggempur jika negara itu nekat masuk menjadi anggota NATO. (AP).
Russia Today, dalam laporannya, Senin (07/04/2014) melaporkan, ancaman
perang dari Rusia itu menyusul terjadi pertemuan antara NATO dan para
pejabat Georgia dan Ukraina di Brussels guna merancang pembicaraan
tentang Rencana Aksi Keanggotaan (MAP) pada September 2014 mendatang.
Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataan resminya menegaskan
Moskow memperingatkan Ukraina agar tidak bergabung dengan NATO.
“Rakyat Ukraina tidak mendukung penggabungan ke NATO. Jika hal itu
dipaksakan, kami akan melakukan langkah-langkah pendahuluan untuk
mencegah itu terjadi, termasuk pilihan untuk melakukan serangan
militer,” bunyi pernyataan itu.
Membelot, 8 ribu pasukan Ukraina pindah ke Rusia
Departemen Pertahanan Rusia mengumumkan adanya aksi bergabungnya 8 ribu pasukan Ukraina di Crimea ke Rusia. (Reuters).
Sekitar 8.000 tentara Ukraina yang bertugas di Crimea meninggalkan
pangkalan militer dan bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia.
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, dilansir Reuters, Senin
(07/04/2014) mengatakan angka tersebut dan mengatakan tentara Ukraina
itu mengajukan permohonan izin untuk bergabung dengan tentara Rusia, dan
sekitar 3.000 tentara Ukraina telah bergabung dengan pasukan Rusia.
Shoigu juga mengatakan, pasukan Ukraina lainnya telah meninggalkan
semenanjung Laut Hitam. Selain itu, Shoigu membantah bahwa Rusia
melanggar perjanjian yang ditandatangani dengan Kiev untuk meningkatkan
kehadiran militernya di semenanjung itu.
Apa yang akan terjadi setelah itu? Kebahagiaankah? Tawakah? Kemakmurankah?
TIDAK! yang ada hanya akan menjadi
PENDERITAAN, JERIT DAN TANGISAN, DAN KESENGSARAAN di seluruh penjuru DUNIA.
BRUSSEL
(voa-islam.com) - NATO mengatakan bahwa aneksasi (pencaplokan) Rusia
semenanjung Krimea, Ukraina, adalah ancaman ‘sangat serius’ bagi Eropa
sejak Perang Dingin. Aneksasi Rusia terhadap semenanjung Krimea,
mengubah seluruh tatanan geopoliltik, dan NATO yang merupakan aliansi
militer, kembali fokus kepada risiko ancaman yang ada di depan mata
mereka, Rabu, 19/3/2014.
“Ini membuat kita harus segera bangun”, kata Sekretaris Jenderal
NATO Anders Fogh Rasmussen , dan memperingatkan Moskow akan menghadapi
isolasi internasional kepada Asssociate Perss .
Meskipun, krisis yang hebat telah berulangkali melanda Uni Eropa,
seperti krisis di Balkan pada 1990-an dan di Georgia tahun 2008”,
tetapi ini ancaman terbesar terhadap keamanan dan stabilitas Eropa
sejak akhir Perang Dingin”, tambah Rasmussen.
Rasmussen mengecam pencaplokan Moskow terhadap Krimea sebagai
tindakan ilegal dan tidak sah , dan menegaskan mengulangi keputusan
NATO, yang akan menghentikan kerjasama pengawalan bersama dengan Rusia
penghancuran senjata kimia Suriah.
Rasmussen bersama dengan kekuatan militer Uni Eropa, mempersiapka
langkah-langkah militer bagi negara-negara NATO , jika diperlukan,
menanggapi tindakan Rusia yang dinilai sudah menjadi keamanan
negara-negara Uni Eropa. Termasuk NATO akan mengawasi penerbangan
negara-negara bekas sekutu Uni Soviet, seperti Polandia dan Romania ,
dan berbagai misi perlindungan wilayah udara di Estonia , Latvia dan
Lithuania.
Melihat perkembangan di Ukraina, Rasmussen menegskan, "Sebenarnya
keamanan di Eropa sangat penting, dan tidak dapat diterima begitu saja
tindakan Rusia mencaplok semenanjung Krimea. Kita perlu mengambil
keputusan meskipun sulit, karena dampak strategis jangka panjang
agresi Rusia terhadap keamanan Uni Eropa’, tegasnya.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Ukraina mengatakan bahwa Kiev
sedang merencanakan menarik tentara dan keluarga mereka dari Krimea,
sesudah hasil referendum, di mana 90 persen rakyat Krimea memilih
bergabung dengan Rusia.
“Kami sedang merencanakan yang akan memungkinkan tidak hanya
menarik prajurit, tetapi juga anggota keluarga mereka di Krimea,
sehingga mereka dapat dengan cepat pindah ke daratan Ukraina”, kata
Kepala Dewan Pertahanan Keamanan Nasional Ukraina Andriy Parubiy kepada
televisi nasional Ukraina, Rabu.
Sekretaris -Jenderal pBB Ban Ki -moon bersiap-siap bertolak ke Rusia
dan Ukraina mendorong penyelesaian damai atas krisis mengancam perang
terbuka di daratan Eropa itu.
Ban akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada
hari Kamis, dan dengan para pemimpin Ukraina, Presiden Olexsandr
Turchynov dan Perdana Menteri Arseniy Yatsenyuk di Kiev, Jumat,
21/3/2014.
- See more at:
http://www.voa-islam.com/read/analysis/2014/03/20/29559/konflik-rusia-uni-eropa-menjadi-perang-dunia-iii/#sthash.3h7D9dk3.dpuf
BRUSSEL
(voa-islam.com) - NATO mengatakan bahwa aneksasi (pencaplokan) Rusia
semenanjung Krimea, Ukraina, adalah ancaman ‘sangat serius’ bagi Eropa
sejak Perang Dingin. Aneksasi Rusia terhadap semenanjung Krimea,
mengubah seluruh tatanan geopoliltik, dan NATO yang merupakan aliansi
militer, kembali fokus kepada risiko ancaman yang ada di depan mata
mereka, Rabu, 19/3/2014.
“Ini membuat kita harus segera bangun”, kata Sekretaris Jenderal
NATO Anders Fogh Rasmussen , dan memperingatkan Moskow akan menghadapi
isolasi internasional kepada Asssociate Perss .
Meskipun, krisis yang hebat telah berulangkali melanda Uni Eropa,
seperti krisis di Balkan pada 1990-an dan di Georgia tahun 2008”,
tetapi ini ancaman terbesar terhadap keamanan dan stabilitas Eropa
sejak akhir Perang Dingin”, tambah Rasmussen.
Rasmussen mengecam pencaplokan Moskow terhadap Krimea sebagai
tindakan ilegal dan tidak sah , dan menegaskan mengulangi keputusan
NATO, yang akan menghentikan kerjasama pengawalan bersama dengan Rusia
penghancuran senjata kimia Suriah.
Rasmussen bersama dengan kekuatan militer Uni Eropa, mempersiapka
langkah-langkah militer bagi negara-negara NATO , jika diperlukan,
menanggapi tindakan Rusia yang dinilai sudah menjadi keamanan
negara-negara Uni Eropa. Termasuk NATO akan mengawasi penerbangan
negara-negara bekas sekutu Uni Soviet, seperti Polandia dan Romania ,
dan berbagai misi perlindungan wilayah udara di Estonia , Latvia dan
Lithuania.
Melihat perkembangan di Ukraina, Rasmussen menegskan, "Sebenarnya
keamanan di Eropa sangat penting, dan tidak dapat diterima begitu saja
tindakan Rusia mencaplok semenanjung Krimea. Kita perlu mengambil
keputusan meskipun sulit, karena dampak strategis jangka panjang
agresi Rusia terhadap keamanan Uni Eropa’, tegasnya.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Ukraina mengatakan bahwa Kiev
sedang merencanakan menarik tentara dan keluarga mereka dari Krimea,
sesudah hasil referendum, di mana 90 persen rakyat Krimea memilih
bergabung dengan Rusia.
“Kami sedang merencanakan yang akan memungkinkan tidak hanya
menarik prajurit, tetapi juga anggota keluarga mereka di Krimea,
sehingga mereka dapat dengan cepat pindah ke daratan Ukraina”, kata
Kepala Dewan Pertahanan Keamanan Nasional Ukraina Andriy Parubiy kepada
televisi nasional Ukraina, Rabu.
Sekretaris -Jenderal pBB Ban Ki -moon bersiap-siap bertolak ke Rusia
dan Ukraina mendorong penyelesaian damai atas krisis mengancam perang
terbuka di daratan Eropa itu.
Ban akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada
hari Kamis, dan dengan para pemimpin Ukraina, Presiden Olexsandr
Turchynov dan Perdana Menteri Arseniy Yatsenyuk di Kiev, Jumat,
21/3/2014.
- See more at:
http://www.voa-islam.com/read/analysis/2014/03/20/29559/konflik-rusia-uni-eropa-menjadi-perang-dunia-iii/#sthash.3h7D9dk3.dpuf
BRUSSEL
(voa-islam.com) - NATO mengatakan bahwa aneksasi (pencaplokan) Rusia
semenanjung Krimea, Ukraina, adalah ancaman ‘sangat serius’ bagi Eropa
sejak Perang Dingin. Aneksasi Rusia terhadap semenanjung Krimea,
mengubah seluruh tatanan geopoliltik, dan NATO yang merupakan aliansi
militer, kembali fokus kepada risiko ancaman yang ada di depan mata
mereka, Rabu, 19/3/2014.
“Ini membuat kita harus segera bangun”, kata Sekretaris Jenderal
NATO Anders Fogh Rasmussen , dan memperingatkan Moskow akan menghadapi
isolasi internasional kepada Asssociate Perss .
Meskipun, krisis yang hebat telah berulangkali melanda Uni Eropa,
seperti krisis di Balkan pada 1990-an dan di Georgia tahun 2008”,
tetapi ini ancaman terbesar terhadap keamanan dan stabilitas Eropa
sejak akhir Perang Dingin”, tambah Rasmussen.
Rasmussen mengecam pencaplokan Moskow terhadap Krimea sebagai
tindakan ilegal dan tidak sah , dan menegaskan mengulangi keputusan
NATO, yang akan menghentikan kerjasama pengawalan bersama dengan Rusia
penghancuran senjata kimia Suriah.
Rasmussen bersama dengan kekuatan militer Uni Eropa, mempersiapka
langkah-langkah militer bagi negara-negara NATO , jika diperlukan,
menanggapi tindakan Rusia yang dinilai sudah menjadi keamanan
negara-negara Uni Eropa. Termasuk NATO akan mengawasi penerbangan
negara-negara bekas sekutu Uni Soviet, seperti Polandia dan Romania ,
dan berbagai misi perlindungan wilayah udara di Estonia , Latvia dan
Lithuania.
Melihat perkembangan di Ukraina, Rasmussen menegskan, "Sebenarnya
keamanan di Eropa sangat penting, dan tidak dapat diterima begitu saja
tindakan Rusia mencaplok semenanjung Krimea. Kita perlu mengambil
keputusan meskipun sulit, karena dampak strategis jangka panjang
agresi Rusia terhadap keamanan Uni Eropa’, tegasnya.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Ukraina mengatakan bahwa Kiev
sedang merencanakan menarik tentara dan keluarga mereka dari Krimea,
sesudah hasil referendum, di mana 90 persen rakyat Krimea memilih
bergabung dengan Rusia.
“Kami sedang merencanakan yang akan memungkinkan tidak hanya
menarik prajurit, tetapi juga anggota keluarga mereka di Krimea,
sehingga mereka dapat dengan cepat pindah ke daratan Ukraina”, kata
Kepala Dewan Pertahanan Keamanan Nasional Ukraina Andriy Parubiy kepada
televisi nasional Ukraina, Rabu.
Sekretaris -Jenderal pBB Ban Ki -moon bersiap-siap bertolak ke Rusia
dan Ukraina mendorong penyelesaian damai atas krisis mengancam perang
terbuka di daratan Eropa itu.
Ban akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada
hari Kamis, dan dengan para pemimpin Ukraina, Presiden Olexsandr
Turchynov dan Perdana Menteri Arseniy Yatsenyuk di Kiev, Jumat,
21/3/2014.
- See more at:
http://www.voa-islam.com/read/analysis/2014/03/20/29559/konflik-rusia-uni-eropa-menjadi-perang-dunia-iii/#sthash.3h7D9dk3.dpuf
BRUSSEL
(voa-islam.com) - NATO mengatakan bahwa aneksasi (pencaplokan) Rusia
semenanjung Krimea, Ukraina, adalah ancaman ‘sangat serius’ bagi Eropa
sejak Perang Dingin. Aneksasi Rusia terhadap semenanjung Krimea,
mengubah seluruh tatanan geopoliltik, dan NATO yang merupakan aliansi
militer, kembali fokus kepada risiko ancaman yang ada di depan mata
mereka, Rabu, 19/3/2014.
“Ini membuat kita harus segera bangun”, kata Sekretaris Jenderal
NATO Anders Fogh Rasmussen , dan memperingatkan Moskow akan menghadapi
isolasi internasional kepada Asssociate Perss .
Meskipun, krisis yang hebat telah berulangkali melanda Uni Eropa,
seperti krisis di Balkan pada 1990-an dan di Georgia tahun 2008”,
tetapi ini ancaman terbesar terhadap keamanan dan stabilitas Eropa
sejak akhir Perang Dingin”, tambah Rasmussen.
Rasmussen mengecam pencaplokan Moskow terhadap Krimea sebagai
tindakan ilegal dan tidak sah , dan menegaskan mengulangi keputusan
NATO, yang akan menghentikan kerjasama pengawalan bersama dengan Rusia
penghancuran senjata kimia Suriah.
Rasmussen bersama dengan kekuatan militer Uni Eropa, mempersiapka
langkah-langkah militer bagi negara-negara NATO , jika diperlukan,
menanggapi tindakan Rusia yang dinilai sudah menjadi keamanan
negara-negara Uni Eropa. Termasuk NATO akan mengawasi penerbangan
negara-negara bekas sekutu Uni Soviet, seperti Polandia dan Romania ,
dan berbagai misi perlindungan wilayah udara di Estonia , Latvia dan
Lithuania.
Melihat perkembangan di Ukraina, Rasmussen menegskan, "Sebenarnya
keamanan di Eropa sangat penting, dan tidak dapat diterima begitu saja
tindakan Rusia mencaplok semenanjung Krimea. Kita perlu mengambil
keputusan meskipun sulit, karena dampak strategis jangka panjang
agresi Rusia terhadap keamanan Uni Eropa’, tegasnya.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Ukraina mengatakan bahwa Kiev
sedang merencanakan menarik tentara dan keluarga mereka dari Krimea,
sesudah hasil referendum, di mana 90 persen rakyat Krimea memilih
bergabung dengan Rusia.
“Kami sedang merencanakan yang akan memungkinkan tidak hanya
menarik prajurit, tetapi juga anggota keluarga mereka di Krimea,
sehingga mereka dapat dengan cepat pindah ke daratan Ukraina”, kata
Kepala Dewan Pertahanan Keamanan Nasional Ukraina Andriy Parubiy kepada
televisi nasional Ukraina, Rabu.
Sekretaris -Jenderal pBB Ban Ki -moon bersiap-siap bertolak ke Rusia
dan Ukraina mendorong penyelesaian damai atas krisis mengancam perang
terbuka di daratan Eropa itu.
Ban akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada
hari Kamis, dan dengan para pemimpin Ukraina, Presiden Olexsandr
Turchynov dan Perdana Menteri Arseniy Yatsenyuk di Kiev, Jumat,
21/3/2014.
- See more at:
http://www.voa-islam.com/read/analysis/2014/03/20/29559/konflik-rusia-uni-eropa-menjadi-perang-dunia-iii/#sthash.3h7D9dk3.dpuf
BRUSSEL
(voa-islam.com) - NATO mengatakan bahwa aneksasi (pencaplokan) Rusia
semenanjung Krimea, Ukraina, adalah ancaman ‘sangat serius’ bagi Eropa
sejak Perang Dingin. Aneksasi Rusia terhadap semenanjung Krimea,
mengubah seluruh tatanan geopoliltik, dan NATO yang merupakan aliansi
militer, kembali fokus kepada risiko ancaman yang ada di depan mata
mereka, Rabu, 19/3/2014.
“Ini membuat kita harus segera bangun”, kata Sekretaris Jenderal
NATO Anders Fogh Rasmussen , dan memperingatkan Moskow akan menghadapi
isolasi internasional kepada Asssociate Perss .
Meskipun, krisis yang hebat telah berulangkali melanda Uni Eropa,
seperti krisis di Balkan pada 1990-an dan di Georgia tahun 2008”,
tetapi ini ancaman terbesar terhadap keamanan dan stabilitas Eropa
sejak akhir Perang Dingin”, tambah Rasmussen.
Rasmussen mengecam pencaplokan Moskow terhadap Krimea sebagai
tindakan ilegal dan tidak sah , dan menegaskan mengulangi keputusan
NATO, yang akan menghentikan kerjasama pengawalan bersama dengan Rusia
penghancuran senjata kimia Suriah.
Rasmussen bersama dengan kekuatan militer Uni Eropa, mempersiapka
langkah-langkah militer bagi negara-negara NATO , jika diperlukan,
menanggapi tindakan Rusia yang dinilai sudah menjadi keamanan
negara-negara Uni Eropa. Termasuk NATO akan mengawasi penerbangan
negara-negara bekas sekutu Uni Soviet, seperti Polandia dan Romania ,
dan berbagai misi perlindungan wilayah udara di Estonia , Latvia dan
Lithuania.
Melihat perkembangan di Ukraina, Rasmussen menegskan, "Sebenarnya
keamanan di Eropa sangat penting, dan tidak dapat diterima begitu saja
tindakan Rusia mencaplok semenanjung Krimea. Kita perlu mengambil
keputusan meskipun sulit, karena dampak strategis jangka panjang
agresi Rusia terhadap keamanan Uni Eropa’, tegasnya.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Ukraina mengatakan bahwa Kiev
sedang merencanakan menarik tentara dan keluarga mereka dari Krimea,
sesudah hasil referendum, di mana 90 persen rakyat Krimea memilih
bergabung dengan Rusia.
“Kami sedang merencanakan yang akan memungkinkan tidak hanya
menarik prajurit, tetapi juga anggota keluarga mereka di Krimea,
sehingga mereka dapat dengan cepat pindah ke daratan Ukraina”, kata
Kepala Dewan Pertahanan Keamanan Nasional Ukraina Andriy Parubiy kepada
televisi nasional Ukraina, Rabu.
Sekretaris -Jenderal pBB Ban Ki -moon bersiap-siap bertolak ke Rusia
dan Ukraina mendorong penyelesaian damai atas krisis mengancam perang
terbuka di daratan Eropa itu.
Ban akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada
hari Kamis, dan dengan para pemimpin Ukraina, Presiden Olexsandr
Turchynov dan Perdana Menteri Arseniy Yatsenyuk di Kiev, Jumat,
21/3/2014.
- See more at:
http://www.voa-islam.com/read/analysis/2014/03/20/29559/konflik-rusia-uni-eropa-menjadi-perang-dunia-iii/#sthash.3h7D9dk3.dpuf
BRUSSEL
(voa-islam.com) - NATO mengatakan bahwa aneksasi (pencaplokan) Rusia
semenanjung Krimea, Ukraina, adalah ancaman ‘sangat serius’ bagi Eropa
sejak Perang Dingin. Aneksasi Rusia terhadap semenanjung Krimea,
mengubah seluruh tatanan geopoliltik, dan NATO yang merupakan aliansi
militer, kembali fokus kepada risiko ancaman yang ada di depan mata
mereka, Rabu, 19/3/2014.
“Ini membuat kita harus segera bangun”, kata Sekretaris Jenderal
NATO Anders Fogh Rasmussen , dan memperingatkan Moskow akan menghadapi
isolasi internasional kepada Asssociate Perss .
Meskipun, krisis yang hebat telah berulangkali melanda Uni Eropa,
seperti krisis di Balkan pada 1990-an dan di Georgia tahun 2008”,
tetapi ini ancaman terbesar terhadap keamanan dan stabilitas Eropa
sejak akhir Perang Dingin”, tambah Rasmussen.
Rasmussen mengecam pencaplokan Moskow terhadap Krimea sebagai
tindakan ilegal dan tidak sah , dan menegaskan mengulangi keputusan
NATO, yang akan menghentikan kerjasama pengawalan bersama dengan Rusia
penghancuran senjata kimia Suriah.
Rasmussen bersama dengan kekuatan militer Uni Eropa, mempersiapka
langkah-langkah militer bagi negara-negara NATO , jika diperlukan,
menanggapi tindakan Rusia yang dinilai sudah menjadi keamanan
negara-negara Uni Eropa. Termasuk NATO akan mengawasi penerbangan
negara-negara bekas sekutu Uni Soviet, seperti Polandia dan Romania ,
dan berbagai misi perlindungan wilayah udara di Estonia , Latvia dan
Lithuania.
Melihat perkembangan di Ukraina, Rasmussen menegskan, "Sebenarnya
keamanan di Eropa sangat penting, dan tidak dapat diterima begitu saja
tindakan Rusia mencaplok semenanjung Krimea. Kita perlu mengambil
keputusan meskipun sulit, karena dampak strategis jangka panjang
agresi Rusia terhadap keamanan Uni Eropa’, tegasnya.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Ukraina mengatakan bahwa Kiev
sedang merencanakan menarik tentara dan keluarga mereka dari Krimea,
sesudah hasil referendum, di mana 90 persen rakyat Krimea memilih
bergabung dengan Rusia.
“Kami sedang merencanakan yang akan memungkinkan tidak hanya
menarik prajurit, tetapi juga anggota keluarga mereka di Krimea,
sehingga mereka dapat dengan cepat pindah ke daratan Ukraina”, kata
Kepala Dewan Pertahanan Keamanan Nasional Ukraina Andriy Parubiy kepada
televisi nasional Ukraina, Rabu.
Sekretaris -Jenderal pBB Ban Ki -moon bersiap-siap bertolak ke Rusia
dan Ukraina mendorong penyelesaian damai atas krisis mengancam perang
terbuka di daratan Eropa itu.
Ban akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada
hari Kamis, dan dengan para pemimpin Ukraina, Presiden Olexsandr
Turchynov dan Perdana Menteri Arseniy Yatsenyuk di Kiev, Jumat,
21/3/2014.
- See more at:
http://www.voa-islam.com/read/analysis/2014/03/20/29559/konflik-rusia-uni-eropa-menjadi-perang-dunia-iii/#sthash.3h7D9dk3.dpuf
BRUSSEL
(voa-islam.com) - NATO mengatakan bahwa aneksasi (pencaplokan) Rusia
semenanjung Krimea, Ukraina, adalah ancaman ‘sangat serius’ bagi Eropa
sejak Perang Dingin. Aneksasi Rusia terhadap semenanjung Krimea,
mengubah seluruh tatanan geopoliltik, dan NATO yang merupakan aliansi
militer, kembali fokus kepada risiko ancaman yang ada di depan mata
mereka, Rabu, 19/3/2014.
“Ini membuat kita harus segera bangun”, kata Sekretaris Jenderal
NATO Anders Fogh Rasmussen , dan memperingatkan Moskow akan menghadapi
isolasi internasional kepada Asssociate Perss .
Meskipun, krisis yang hebat telah berulangkali melanda Uni Eropa,
seperti krisis di Balkan pada 1990-an dan di Georgia tahun 2008”,
tetapi ini ancaman terbesar terhadap keamanan dan stabilitas Eropa
sejak akhir Perang Dingin”, tambah Rasmussen.
Rasmussen mengecam pencaplokan Moskow terhadap Krimea sebagai
tindakan ilegal dan tidak sah , dan menegaskan mengulangi keputusan
NATO, yang akan menghentikan kerjasama pengawalan bersama dengan Rusia
penghancuran senjata kimia Suriah.
Rasmussen bersama dengan kekuatan militer Uni Eropa, mempersiapka
langkah-langkah militer bagi negara-negara NATO , jika diperlukan,
menanggapi tindakan Rusia yang dinilai sudah menjadi keamanan
negara-negara Uni Eropa. Termasuk NATO akan mengawasi penerbangan
negara-negara bekas sekutu Uni Soviet, seperti Polandia dan Romania ,
dan berbagai misi perlindungan wilayah udara di Estonia , Latvia dan
Lithuania.
Melihat perkembangan di Ukraina, Rasmussen menegskan, "Sebenarnya
keamanan di Eropa sangat penting, dan tidak dapat diterima begitu saja
tindakan Rusia mencaplok semenanjung Krimea. Kita perlu mengambil
keputusan meskipun sulit, karena dampak strategis jangka panjang
agresi Rusia terhadap keamanan Uni Eropa’, tegasnya.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Ukraina mengatakan bahwa Kiev
sedang merencanakan menarik tentara dan keluarga mereka dari Krimea,
sesudah hasil referendum, di mana 90 persen rakyat Krimea memilih
bergabung dengan Rusia.
“Kami sedang merencanakan yang akan memungkinkan tidak hanya
menarik prajurit, tetapi juga anggota keluarga mereka di Krimea,
sehingga mereka dapat dengan cepat pindah ke daratan Ukraina”, kata
Kepala Dewan Pertahanan Keamanan Nasional Ukraina Andriy Parubiy kepada
televisi nasional Ukraina, Rabu.
Sekretaris -Jenderal pBB Ban Ki -moon bersiap-siap bertolak ke Rusia
dan Ukraina mendorong penyelesaian damai atas krisis mengancam perang
terbuka di daratan Eropa itu.
Ban akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada
hari Kamis, dan dengan para pemimpin Ukraina, Presiden Olexsandr
Turchynov dan Perdana Menteri Arseniy Yatsenyuk di Kiev, Jumat,
21/3/2014.
- See more at:
http://www.voa-islam.com/read/analysis/2014/03/20/29559/konflik-rusia-uni-eropa-menjadi-perang-dunia-iii/#sthash.3h7D9dk3.dpuf
BRUSSEL
(voa-islam.com) - NATO mengatakan bahwa aneksasi (pencaplokan) Rusia
semenanjung Krimea, Ukraina, adalah ancaman ‘sangat serius’ bagi Eropa
sejak Perang Dingin. Aneksasi Rusia terhadap semenanjung Krimea,
mengubah seluruh tatanan geopoliltik, dan NATO yang merupakan aliansi
militer, kembali fokus kepada risiko ancaman yang ada di depan mata
mereka, Rabu, 19/3/2014.
“Ini membuat kita harus segera bangun”, kata Sekretaris Jenderal
NATO Anders Fogh Rasmussen , dan memperingatkan Moskow akan menghadapi
isolasi internasional kepada Asssociate Perss .
Meskipun, krisis yang hebat telah berulangkali melanda Uni Eropa,
seperti krisis di Balkan pada 1990-an dan di Georgia tahun 2008”,
tetapi ini ancaman terbesar terhadap keamanan dan stabilitas Eropa
sejak akhir Perang Dingin”, tambah Rasmussen.
Rasmussen mengecam pencaplokan Moskow terhadap Krimea sebagai
tindakan ilegal dan tidak sah , dan menegaskan mengulangi keputusan
NATO, yang akan menghentikan kerjasama pengawalan bersama dengan Rusia
penghancuran senjata kimia Suriah.
Rasmussen bersama dengan kekuatan militer Uni Eropa, mempersiapka
langkah-langkah militer bagi negara-negara NATO , jika diperlukan,
menanggapi tindakan Rusia yang dinilai sudah menjadi keamanan
negara-negara Uni Eropa. Termasuk NATO akan mengawasi penerbangan
negara-negara bekas sekutu Uni Soviet, seperti Polandia dan Romania ,
dan berbagai misi perlindungan wilayah udara di Estonia , Latvia dan
Lithuania.
Melihat perkembangan di Ukraina, Rasmussen menegskan, "Sebenarnya
keamanan di Eropa sangat penting, dan tidak dapat diterima begitu saja
tindakan Rusia mencaplok semenanjung Krimea. Kita perlu mengambil
keputusan meskipun sulit, karena dampak strategis jangka panjang
agresi Rusia terhadap keamanan Uni Eropa’, tegasnya.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Ukraina mengatakan bahwa Kiev
sedang merencanakan menarik tentara dan keluarga mereka dari Krimea,
sesudah hasil referendum, di mana 90 persen rakyat Krimea memilih
bergabung dengan Rusia.
“Kami sedang merencanakan yang akan memungkinkan tidak hanya
menarik prajurit, tetapi juga anggota keluarga mereka di Krimea,
sehingga mereka dapat dengan cepat pindah ke daratan Ukraina”, kata
Kepala Dewan Pertahanan Keamanan Nasional Ukraina Andriy Parubiy kepada
televisi nasional Ukraina, Rabu.
Sekretaris -Jenderal pBB Ban Ki -moon bersiap-siap bertolak ke Rusia
dan Ukraina mendorong penyelesaian damai atas krisis mengancam perang
terbuka di daratan Eropa itu.
Ban akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada
hari Kamis, dan dengan para pemimpin Ukraina, Presiden Olexsandr
Turchynov dan Perdana Menteri Arseniy Yatsenyuk di Kiev, Jumat,
21/3/2014.
- See more at:
http://www.voa-islam.com/read/analysis/2014/03/20/29559/konflik-rusia-uni-eropa-menjadi-perang-dunia-iii/#sthash.3h7D9dk3.dpuf
BRUSSEL
(voa-islam.com) - NATO mengatakan bahwa aneksasi (pencaplokan) Rusia
semenanjung Krimea, Ukraina, adalah ancaman ‘sangat serius’ bagi Eropa
sejak Perang Dingin. Aneksasi Rusia terhadap semenanjung Krimea,
mengubah seluruh tatanan geopoliltik, dan NATO yang merupakan aliansi
militer, kembali fokus kepada risiko ancaman yang ada di depan mata
mereka, Rabu, 19/3/2014. - See more at:
http://www.voa-islam.com/read/analysis/2014/03/20/29559/konflik-rusia-uni-eropa-menjadi-perang-dunia-iii/#sthash.3h7D9dk3.dpuf
BRUSSEL
(voa-islam.com) - NATO mengatakan bahwa aneksasi (pencaplokan) Rusia
semenanjung Krimea, Ukraina, adalah ancaman ‘sangat serius’ bagi Eropa
sejak Perang Dingin. Aneksasi Rusia terhadap semenanjung Krimea,
mengubah seluruh tatanan geopoliltik, dan NATO yang merupakan aliansi
militer, kembali fokus kepada risiko ancaman yang ada di depan mata
mereka, Rabu, 19/3/2014. - See more at:
http://www.voa-islam.com/read/analysis/2014/03/20/29559/konflik-rusia-uni-eropa-menjadi-perang-dunia-iii/#sthash.3h7D9dk3.dpuf
BRUSSEL
(voa-islam.com) - NATO mengatakan bahwa aneksasi (pencaplokan) Rusia
semenanjung Krimea, Ukraina, adalah ancaman ‘sangat serius’ bagi Eropa
sejak Perang Dingin. Aneksasi Rusia terhadap semenanjung Krimea,
mengubah seluruh tatanan geopoliltik, dan NATO yang merupakan aliansi
militer, kembali fokus kepada risiko ancaman yang ada di depan mata
mereka, Rabu, 19/3/2014. - See more at:
http://www.voa-islam.com/read/analysis/2014/03/20/29559/konflik-rusia-uni-eropa-menjadi-perang-dunia-iii/#sthash.3h7D9dk3.dpuf